perjalanan

perjalanan
Sekitar Bendung gerak ngringinrejo Bojonegoro
Selamat Datang Di Bojonegoro media Blogspot Semoga Kesuksesan Menyertai Semua Sahabat

Minggu, 24 Juli 2011

Tekan angka kecelakaan dikalangan Pelajar, dengan seleksi PPTL


Masih rendahnya tingkat kesadaran Pelajar berlalu lintas, membuat angka kecelakaan di Jalan Raya bertambah. bahkan banyak pula kecelakaan lalu lintas ini sampai merenggut nyawa. guna meminimalisir angka kecelakaan di jalan raya dibutuhkan kerjasama antara semua element.

Baru-baru ini Dinas Pendidikan Bojonegoro bekerja sama dengan jajaran Satlantas Polres Bojonegoro dan Dinas Perhubungan menggelar seleksi PPTL (Pelajar Pelopor Tertib Lalu Lintas)  tingkat Kabupaten Bojonegoro). dengan adanya Seleksi ini diharapkan semua Pelajar dapat mengerti lebih banyak tentang cara berkendara yang baik dan benar, Kasi Kepemudaan dan Seni Sekolah Bidang Kepemudaan dan Olahraga Disdik Bojonegoro Saifudin mengatakan "Dari setiap sekolah jenjang SMA di ambil 2 siswa dengan harapan mereka mempunyai informasi tentang cara berkendara yang benar dan dapat menularkan pengetetahuan tentang berkendara kepada siswa-siswa yang lain di sekolah masing-masing".

Event yang di gelar setiap tahun sekali ini membidik jenjang Siswa SLTA karena kebanyakan para pengguna kendaraan bermotor pada umur ini cukup banyak menjadi korban lakalantas. selain itu banyak di jumpai siswa-siswa pelajar belum mempunyai SIM (Surat ijin mengemudi), bahkan cara berkendara yang terkadang membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain.

Pada seleksi PPTL ini ada beberapa kriteria yang dinilai, hingga menghasilkan skor untuk meloloskan peserta dari seleksi. Baik itu dari faktor teori maupun praktek.Namun yang utama adalah terkait peraturan dalam berlalu lintas seperti masalah rambu-rambu atau cara berkendara yang baik dan aman.

Seleksi sendiri di ikuti oleh 56 peserta yang diambil 2 orang dari setiap sekolah jenjang SMA di Bojonegoro. untuk selanjutnya di seleksi kembali dan di pilih Dua peserta yang akan mengikuti seleksi tingkat propinsi, bersaing dengan kabupaten/kota lain yang juga mengirimkan perwakilannya. (Kang Iwan)

Guna SDM Siap kerja, Disdik Bojonegoro targetkan SMK Lebih banyak daripada SMA


Setiap tahunnya pengangguran di Indonesia terus meningkat, bahkan data statistik  menyebutkan  jumlah pengangguran itu setara dengan 7,14 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Dari sekian banyak penyebab bertambahnya pengangguaran adalah SDM (Sumber daya manusia) yang kurang memadai.

Guna meningkatkan SDM di Bojonegoro, Dinas Pendidikan Bojonegoro mengaku dari tahun ke tahun terus menambah jumlah Sekolah Menengah Kejuruan yang berdiri di Bojonegoro. Selain meningkatkan SDM yang siap kerja. Hal itu dilakukan untuk mencapai target Kementrian Pendidikan Pusat, yang menetapkan target pada tahun 2015. Nantinya perbandingan jumlah SMK harus lebih banyak ketimbang jumlah SMA, atau 70 banding 30.

Hingga tahun ini perbandingan jumlah SMK dan SMA di Bojonegoro sudah sama, yakni 50 banding 50. Artinya, jumlah SMK dan SMA di Bojonegoro kini setara berjumlah 42 lembaga pendidik. Dan Disdik Bojonegoro mengaku optimis akan mencapai target SMK lebih banyak ketimbang SMA di tahun 2015. Perbandingan itu pun kian nyata sebab beberapa tahun yang lalu jumlah SMK di Bojonegoro diketahui lebih sedikit ketimbang SMA.

Kepala Bidang Pendidikan SMP, SMA dan SMK Disdik Bojonegoro Hanafi mengatakan Program itu bukannya tanpa alasan. Sebab dari hasil evaluasi yang dilakukan. potensi lulusan yang terserap dunia kerja jauh lebih besar untuk lulusan SMK, mengingat selama menempuh masa pendidikan mereka sudah dibekali dengan pengalaman praktek diberbagai bidang dunia kerja. “Sementara untuk lulusan SMA, usai lulus jenjang pendidikan ini sebagian besar harus masuk ke perguruan tinggi untuk memperoleh spesifikasi profesi” Tambahnya.

Guna mendukung program itu tidak hanya segi lembaga pendidikan saja yang akan diperbanyak, tetapi dari jumlah siswa juga menjadi target. Di Kabupaten Bojonegoro sendiri saat ini selisih sekitar 1.000 siswa lebih banyak yang menempuh pendidikan di program SMK. Tidak mudah memang untuk mewujudkan target tersebut, Karena perlu sosialisasi kepada Masyarakat kususnya siswa yang masih duduk di jenjang SLTP.

Dinas Penidikan Bojonegoro juga optimis untuk target tersebut. karena pada intinya, tingkat penyerapan tenaga kerja di sektor formal memiliki relevansi dengan peningkatan jumlah Sekolah Menengah Kejuruan dan kompetensinya. Untuk itu jumlah SMK akan semakin diperbanyak kedepannya.(Kang Iwan)

radio sbi

chat