Setiap tahunnya pengangguran di Indonesia terus meningkat, bahkan data statistik menyebutkan jumlah pengangguran itu setara dengan 7,14 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Dari sekian banyak penyebab bertambahnya pengangguaran adalah SDM (Sumber daya manusia) yang kurang memadai.
Guna meningkatkan SDM di Bojonegoro, Dinas Pendidikan Bojonegoro mengaku dari tahun ke tahun terus menambah jumlah Sekolah Menengah Kejuruan yang berdiri di Bojonegoro. Selain meningkatkan SDM yang siap kerja. Hal itu dilakukan untuk mencapai target Kementrian Pendidikan Pusat, yang menetapkan target pada tahun 2015. Nantinya perbandingan jumlah SMK harus lebih banyak ketimbang jumlah SMA, atau 70 banding 30.
Hingga tahun ini perbandingan jumlah SMK dan SMA di Bojonegoro sudah sama, yakni 50 banding 50. Artinya, jumlah SMK dan SMA di Bojonegoro kini setara berjumlah 42 lembaga pendidik. Dan Disdik Bojonegoro mengaku optimis akan mencapai target SMK lebih banyak ketimbang SMA di tahun 2015. Perbandingan itu pun kian nyata sebab beberapa tahun yang lalu jumlah SMK di Bojonegoro diketahui lebih sedikit ketimbang SMA.
Kepala Bidang Pendidikan SMP, SMA dan SMK Disdik Bojonegoro Hanafi mengatakan Program itu bukannya tanpa alasan. Sebab dari hasil evaluasi yang dilakukan. potensi lulusan yang terserap dunia kerja jauh lebih besar untuk lulusan SMK, mengingat selama menempuh masa pendidikan mereka sudah dibekali dengan pengalaman praktek diberbagai bidang dunia kerja. “Sementara untuk lulusan SMA, usai lulus jenjang pendidikan ini sebagian besar harus masuk ke perguruan tinggi untuk memperoleh spesifikasi profesi” Tambahnya.
Guna mendukung program itu tidak hanya segi lembaga pendidikan saja yang akan diperbanyak, tetapi dari jumlah siswa juga menjadi target. Di Kabupaten Bojonegoro sendiri saat ini selisih sekitar 1.000 siswa lebih banyak yang menempuh pendidikan di program SMK. Tidak mudah memang untuk mewujudkan target tersebut, Karena perlu sosialisasi kepada Masyarakat kususnya siswa yang masih duduk di jenjang SLTP.
Dinas Penidikan Bojonegoro juga optimis untuk target tersebut. karena pada intinya, tingkat penyerapan tenaga kerja di sektor formal memiliki relevansi dengan peningkatan jumlah Sekolah Menengah Kejuruan dan kompetensinya. Untuk itu jumlah SMK akan semakin diperbanyak kedepannya.(Kang Iwan)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar