Bojonegoro.
Matahari sudah begitu cerah pagi itu, terlihat sosok orang yang menggendong tangki di punggungnya, sambil mengayun-ayunkan batang besi yang terpancar air di tengah pematang sawah. Mukanan (59) warga Desa Deru Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. begitulah keseharian aktifitas Kakek lima cucu ini, dari pagi sampai siang dan kembali lagi pada sore hari. maklumlah beberapa bulan terakhir lahan di sekitar sawahnya mengering karena serangan hama wereng.
lahan yang digarap seluas 1Ha ini terlihat menghijau sendiri karena di sekelilingnya sudah mengering bahkan kesannya dibiarkan oleh yang punya. "ya anggap saja ujian, kalau ini bisa bertahan dan bisa panen berarti saya lulus!" katanya.
banyak di jumpai petani di sekitar Sumberrejo sudah mulai putus asa untuk mempertahankan tanamannya, karena serangan hama wereng yang luar biasa dan para petani juga sudah kehabisan akal dari obat yang murah sampai yang mahal, bahkan dengan solarpun tidak mampu menanggulangi. tapi Ketua kontak Tani Makmur Deru ini masih bisa bertahan "yang terpenting di kompres tiap hari, untuk obat ngga' perlu mahal tapi ajeg" tambahnya.
beberapa petani yang gagal panen kali ini banyak yang sudah siap menanami lahannya, bahkan ada juga yang sudah membuat dangiran untuk menanam lombok, kedelai bahkan jagung. dengan perubahan pola tanam ini para petani juga berharap tanah mereka bisa subur kembali.(Kang Iwan)
lahan yang digarap seluas 1Ha ini terlihat menghijau sendiri karena di sekelilingnya sudah mengering bahkan kesannya dibiarkan oleh yang punya. "ya anggap saja ujian, kalau ini bisa bertahan dan bisa panen berarti saya lulus!" katanya.
banyak di jumpai petani di sekitar Sumberrejo sudah mulai putus asa untuk mempertahankan tanamannya, karena serangan hama wereng yang luar biasa dan para petani juga sudah kehabisan akal dari obat yang murah sampai yang mahal, bahkan dengan solarpun tidak mampu menanggulangi. tapi Ketua kontak Tani Makmur Deru ini masih bisa bertahan "yang terpenting di kompres tiap hari, untuk obat ngga' perlu mahal tapi ajeg" tambahnya.
beberapa petani yang gagal panen kali ini banyak yang sudah siap menanami lahannya, bahkan ada juga yang sudah membuat dangiran untuk menanam lombok, kedelai bahkan jagung. dengan perubahan pola tanam ini para petani juga berharap tanah mereka bisa subur kembali.(Kang Iwan)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar